Asumsi investasi itu katanya uang kita akan tergerus inflasi. Harga-harga barang yang terus naik membuat daya beli uang turun. Inflasi uang di Indonesia menurut sumber 2,5% sampai 3%.
Tapi investasi itu juga tidak besar untungnya. Investasi di Reksadana 4% itu bukan jaminan hanya kemungkinan berdasarkan kinerja masa lalu.
Kita sendiri sudah merasa wajar kalau harga naik pertahunnya. Lalu tawaran investasi itu seakan-akan memberi angin segar kalau aset kita akan tetap nilai asetnya. Alasannya return investasi lebih tinggi dari inflasi. Memang ada benarnya. 1% itu sudah lebih tinggi bukan? Tapi jelas itu kecil.
Perlu kita ingat lagi, investasi itu fluktuatif. Ibarat orang dagang yang kadang ramai, kadang sepi. Jadi jika investasi membuat aset kita aman itu tidak sepenuhnya benar. Itu belum dihitung biaya lain-lain dan waktu yang panjang.
Investasi yang untung itu jika kita mengolah sendiri. Kita berjuang mengolah aset kita pada jual beli. Kita sendiri yang menjadi pengusaha.
Tapi memang terkadang kita tidak punya waktu atau keahlian akhirnya uang itu kita taruh di produk investasi.
Menurut hemat saya, investasi sama seperti nabung. Mungkin ini lebih masuk akal. Dan ini juga kebiasaan yang baik. Tentunya kita tidak pelit dengan kebutuhan kita sendiri dan bersedekah. Membeli kebutuhan sendiri itu jelas uang menjadi rezeki kita, menjadi sesuatu yang kita manfaatkan. Bersedekah juga menjadi amal yang kekal dan balasan yang berlipat jika kita niatkan beramal soleh karena Allah SWT.
Menurut saya investasi itu baik tapi tidak untung. Jangan berharap banyak dari investasi. Kita banyak-banyak bersyukur kepada Allah SWT. atas rezeki yang diberikan kepada kita.

Komentar
Posting Komentar
Bijak dalam berkomentar